Galeri Foto Hot & Sexy
Mari kita ramaikan forum ini

Galeri Foto Hot & Sexy

forum yg menyediakan berbagai foto cewek seksi dan hot
 
IndeksPortalCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Cerita Seks Tante Rina Baru Dan Adeknya Yang Seksi Part 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Aku Ingin Menjilat Memek

avatar

Jumlah posting : 3
Join date : 07.09.12

PostSubyek: Cerita Seks Tante Rina Baru Dan Adeknya Yang Seksi Part 2   7/9/2012, 14:27

[Only admins are allowed to see this image]

Ketegangan semakin memuncak Dan Arie Arie tidak berani kurang ajar PADA tantenya meskipun Tahu bahwa tantenya segaja memperlihatkan kemulusan pahanya ITU. Melihat Arie Yang Ulasan Sangat Tegang ITU Tante Rani hanya tersenyum, Dalam, pikirannya sebentar Lagi Akan kamu tunduk padaku Dan Akan meminta untuk tidur denganku "Tante, Saya mau Ke Belakang paviliun untuk MENCARI Udara Segar.". Sebelum sampai Ke paviliun Belakang Arie jalan-jalan Dulu di Pinggiran KOLAM Lalu besarbesaran Duduk Sambil melihat KOLAM di depannya. Sambil berusaha menahan gejolaknya Terus ANTARA menyetubuhi tantenya atau tidak. Sambil Terus berpikir tentang kejadian ITU. Tidak segaja besarbesaran mendegar Rintihan bahasa Dari Belakang Yang kebetulan KAMAR Pak Dadi. Arie Terus mendekati KAMAR Pak Dadi Yang kebetulan Dekat Artikel Baru Paviliun. Arie mengendus-endus mendekati Jendela Dan ternyata jendelanya tidak dikunci Dan Artikel Baru mudah Arie dapat melihat Adegan Suami Istri Yang Sedang bermesraan. Di Dalam, KAMAR Yang berukuran cukup Besar ITU, Arie melihatnya leluasa karena hanya terhalang oleh tumpukan Pakaian Yang digantung Dekat Jendela ITU. Di dalamnya ternyata Pak Dadi Artikel Baru Sedang istrinya bermesraan. Istri Pak Dadi Yang Bernama Astri Sedang asyik mengulum batang kejantanan Pak Dadi Artikel Baru lahapnya. Baru Penuh birahi Astri Terus melahap batang kemaluan mengulum Dan Pak Dadi Yang ukurannya lebih Kecil bahasa Dari ukuran Yang dimiliki Arie. Astri Terus mengulum batang kemaluan Pak Dadi. Posisi Pak Dadi Yang Masih menggunakan Pakaian Dan celananya melorot ADA Yang telah di Lantai Artikel Baru posisi Duduk Terus mengerang-erang kenikmatan tiada bandingnya Yang sedangkan Astri jongkok di Lantai. Terlihat Astri menggunakan CD Warna Hitam Dan BH Warna Hitam. Erangan-erangan Pak Dadi membuat batang kemaluan Pak Dadi semakin Mesra di kulum oleh Astri.

Baru Satu Gerakan Astri membuka daster Yang dipakainya karena melihat suaminya sudah kewalahan Artikel Baru kulumannya. Terlihat jelas buah dada Artikel Baru Yang Besar Masih ditutupi BH hitamnya. Pak Dadi membantu membuka BH-nya Dan dilanjutkan Artikel Baru membuka CD Hitam Astri. Astri Yang Masih melekat di Bandan Pak Dadi meminta Pak Dadi supaya Duduk di Samping Ranjang. Lalu Pak Dadi menyuruh Astri telentang di Atas Ranjang Dan pantatnya diganjal oleh Bantal sehingga jelas terlihat Artikel Baru BIBIR kemaluan Astri Yang merah merekah menantang kejantanan Pak Dadi. Sebelum memasukkan batang kemaluannya, Pak Dadi mengoleskan air ludahnya di permukaan bukit kemaluan Astri. Baru kesemek Yang ADA di pinggul Pak Dadi, Astri tersenyum melihat REVENUES karyanya yaitu batang kemaluan suaminya tercinta telah Mampu Bangkit Dan SIAP bertempur. Baru perlahan batang kemaluan Pak Dadi dimasukkan Ke Dalam, liang kemaluan Astri, terlihat Astri merintih merasakan kenikmatan SAAT Yang tiada tara, Kepala Astri dibolak-balikkan Tanpa arah Dan tangannya Terus Meraba-Raba dada Pak Dadi Dan Sekali-Kali Meraba buah dadanya. Memang beradunya batang kemaluan Pak Dadi Artikel Baru liang senggama Astri Terasa cukup Lancar karena ukurannya sudah pas Dan lingkungan kegiatan ITU sering dilakukannya. Erangan-erangan Astri Dan Pak Dadi membuat tubuh Arie semakin Panas Dingin, entah sudah berapa menit lamanya Tante Rani memainkan kemaluan Arie Yang sudah menegang, besarbesaran tersenyum ketika Tahu bahwa di belakangnya ADA orangutan Yang Sedang memegang kemaluannya.

"Tante, Tante KAPAN Datang", Suara Arie perlahan karena takut ketahuan oleh Pak Dadi Sambil berusaha menjauh bahasa Dari klien untuk membuka posisi tidur Pak Dadi. Tangan Tante Rani Terus menggandeng Arie Menuju RUANG Tengah Sambil tangannya menyusup PADA kemaluan Arie Yang sudah menegang sejak Tadi. Sesampainya di RUANG Tengah, Arie Duduk di klien untuk membuka posisi Yang Tadi diduduki Tante Rani, SEMENTARA Tante Rani tiduran telentang Sambil kepalanya ADA Seputar Pangkal paha Arie Artikel Baru posisi pipi kanannya menyentuh batang kemaluan Arie Yang sudah menegang. "Kamu kok orangutan Yang Sedang begituan kamu intip, Nanti kamu jadi Panas Dingin Dan kalau sudah Panas Dingin susah untuk mengobatinya. Untung Saja kamu Tadi tidak ketahuan oleh Pak Dadi kalau kamu ketahuan kamu kan jadi malu. Apalagi kalau ketahuan sama Oommu Bisa-Bisa Tante inisial, gigi kena Marah "Tante Rani memberikan nasehat-nasehat Yang Bijak Sambil kepalanya Yang ADA diantara kedua selangkangan Arie Terus digesek-gesek batang kemaluan Ke Arie.. "Tante Tahu kamu sekarang sudah Besar Dan kamu JUGA Tahu tentang kehidupan seks. TAPI kamu pura-pura tidak mau, "goda Tante Rani," Dan kamu sudah Tahu keinginan Tantemu inisial, kamu Malah mengintip kemesraan Pak Dadi, "nasehat-nasehat ITU Terus terlontar bahasa Dari BIBIR Yang merah merekah, dilain pihak pipi kirinya digesek-gesekkan PADA batang kemaluan Arie.

Arie semakin tidak dapat menahan gejolak Lagi Yang Ulasan Sangat Tinggi, Artikel Baru tekanan tegangan Yang berada diluar Batas Kemanusiaan. "Tante jangan gitu dong, Nanti SAYA jadi malu sama Tante apalagi Nanti kalau oom sampai Tahu." Mendengar elakan Arie, Tante Rani Malah tersenyum, "bahasa Dari mana Oommu Tahu kalau kamu tidak memberitahunya." Gila, Dalam, pikiraanku mana mungkin Aku memberitahu Oomku. Gerakan Kepala Tante Rani semakin menjadi ditambah Lagi kesemek kirinya diangkat sehingga daster Yang menutupi kakinya tersingkap Dan gundukan Hitam Yang terawat Artikel Baru bersih desa terlihat merekah. Bukit kemaluan Tante Rani terlihat jelas Artikel Baru Artikel Baru ditumbuhi bulu-bulu Yang sudah dicukur RAPI sehingga terlihat seperti kemaluan Bokep seumur Yuni. Arie sebetulnya sudah Tahu Akan keinginan Tante Rani. TAPI batinnya mengatakan bahwa dialog tidak berhak untuk melakukannya Artikel Baru Yang tantenya selama inisial BAIK Dan Selalu memberikan kebutuhan hidupnya. Tanpa disadari tantenya sudah menaikkan celana pendeknya Yang longgar sehingga batang kemaluan Arie Kepala terangkat Artikel Baru Bebas, Dan menyentuh pipi kirinya Yang lebut Dan putih ITU. Melihat Keberhasilanya ITU Tante Rani membalikkan Badan Dan sekarang Tante Rani telungkup di sofa Atas Artikel Baru Yang kemaluannya merekah segaja diganjal oleh sofa Bantal.

Tangan Tante Rani Terus memainkan batang kemaluan Arie Artikel Baru Ulasan Sangat lembut Dan Penuh Kasih sayang. "Aduh Punya kamu ternyata Besar JUGA," bisik Tante Rani Mesra Sambil Terus memainkan batang kejantanan Arie Artikel Baru kedua tangannya. "Masa kamu tega sama Tante Artikel Baru tidak memberikan Reaksi APA pun Riee," bisik Tante Rani Artikel Baru Nafas Yang Kendaraan bermotor. Mendengar ejekan ITU Hati Arie semakin berontak Dan rasanya Ingin menelan tubuh Molek di depannya Bulat-Bulat Dan membuktikan PADA tantenya ITU SAYA bahwa sebetulnya Bisa lebih Mampu bahasa Dari Pak Dadi. Mulut Tante Rani Yang merekah telah mengulum batang kemaluan Arie Artikel Baru liarnya Dan terlihat Badan Tante Rani seperti orangutan Yang tersengat setrum ribuan volt. "Ayoo doong Riee, Masa kamu Akan menyiksa Tante Artikel Baru begini ... ayo dong gerakin tanganmu." Kali Kata-kata ITU terlontar sebanyak Tiga. Sehingga Tangan Arie semakin berani menyentuh pantatnya Yang Terbuka. Baru: sedikit malu-malu TAPI Ingin karena sudah sejak Tadi batang kemaluan Ari menegang. Arie MULAI Meraba-saba pantatnya Artikel Baru Penuh Kasih sayang. Mendapakan perlakuan seperti ITU, Tante Rani semakin menggila Terus Dan Terus mengulum kepuyaan Arie Artikel Baru Penuh nafsu Yang sudah lama dipendam. Sedotan BIBIR Tante Rani Yang merekah seperti ITU MENCARI sesuatu di Dalam, batang kemaluan Arie. Mendapat Serangan Yang Ulasan Sangat berapi-api ITU akhirnya Arie memutar kesemek kirinya Ke Atas sehingga posisi Arie Dan tantenya seperti Huruf T.

Tangan Arie semakin berani mengusap-USAP pinggul tantenya Yang tersingkap Artikel Baru jelas. Daster tantenya Yang sudah berada di Atas pinggulnya Dan kemaluan tantenya Artikel Baru lincah menjepit Bantal sofa Kecil ITU. "Ahkkk, nikmat .." Sambil mengerang Tantenya Terus merapatkan BIBIR kemaluannya Ke Bantal Kecil ITU Sambil menghentikan SEMENTARA waktu kulumannya. Ketika besarbesaran merasakan orgasme Akan. "Arie ... Tante sudah tidak Tahan Lagi nich .." diiringi Artikel Baru Sedotan Yang dilakukan oleh tantenya ITU karena tantenya ternyata Ulasan Sangat Mahir Dalam, mengulum batang kemaluannya SEMENTARA tangannya Artikel Baru Aktif mempermainkan Sisi-Sisi batang kemaluan Arie sehingga Arie dibuatnya tidak Berdaya. "Aduh. aduh .. Tante nikmat sekalii ... "erang tantenya semakin menjadi-jadi. Hampir Tiga Kali Tante Rani merintih Sambil mengerang. "Aduuh Rieee .. Terus tekan-tekan pantat Tante .. "desah Tante Rani Sambil Terus menggesek-gesekkan kemaluannya BIBIR Ke Bantal Kecil ITU. Arie Meraba kemaluan tantenya, ternyata kemaluan Tante Rani sudah basah oleh Cairan-Cairan Yang keluar liang kewanitaannya bahasa Dari. "Ariee ... nah ITU Terus Riee .. Terus .. "erang Tante Rani Sambil tidak henti-hentinya mengulum batang kemaluan Arie.

"Kamu kok KUAT Sekali Riee," bisik tante rRni Artikel Baru Yang Nafas terengah-engah Sambil mengulum batang kemaluan Terus Arie. Tante Rani setengah tidak Percaya Artikel Baru kuluman Yang dilakukannya karena Proforma Mampu membuat Arie keluar sperma. Arie berguman, "Proforma Tahu dia, inisial Proforma seberapa. Tante Pasti sudah keluar lebih bahasa Dari Empat Kali Terbukti Artikel Baru Bantal Yang digunakan untuk mengganjal liang kewanitaannya basah Artikel Baru Cairan Yang keluar seperti air Hujan Deras Yang Ulasan Sangat "Melihat batang kemaluan Arie Yang Masih tegak Tante Rani semakin bernafsu., Besarbesaran Langsung Bangkit bahasa Dari posisi telungkup Artikel Baru BERDIRI Sambil berusaha membuka baju Arie Yang Masih melekat di badannya. "Buka yaa Sayang bajunya," pinta Tante Rani Sambil membuka baju Arie perlahan namun pasti. Penghasilan kena pajak baju Arie Terbuka, Tante Rani membuka celana pendek JUGA Arie agar posisinya tidak terganggu. Lalu Tante Rani membuka dasternya Artikel Baru kedua tangannya, besarbesaran sengaja memperlihatkan Keindahan tubuhnya di depan Arie. Melihat doa gunung Yang telah merekah oleh gesekan sofa Dan liang kewanitaan tantenya Yang Ranum merah akibat gesekan Bantal sofa, Ari menelan ludah. Ia tidak membayangkan ternyata tantenya mempunyai tubuh Yang Indah. Ditambah Lagi besarbesaran Ulasan Sangat terampil memainkan batang kemaluan Dalam, laki-laki.

Masih Artikel Baru posisi Duduk, tantenya sekarang ADA di Atas Permadani Dan besarbesaran Langsung menghisap batang kemaluan Arie Dilaporkan Sambil tangannya bergantian Meraba-Raba Sisi batang kemaluan Arie Dan Terus mengulumnya seperti Anak Kecil Yang Baru mendapatkan Permen Artikel Baru Penuh gairah. Baru mendapatkan bantuan payudaranya Yang Besar, Tante Rani menggesek-gesek payudaranya di Belahan batang kemaluan Arie. Baru keadaan ITU Arie mengerang KUAT Sambil berkata, "Aduh Tante .. Terus Tante .. "Mendengar erangan Arie, Tante Rani tersenyum Dan Langsung mempercepat gesekannya. Melihat Arie Yang Akan keluar, Tante Rani Artikel Baru CEPAT merubah posisi semula Artikel Baru mengulum batang kemaluan Artikel Baru Ulasan Sangat pembohong. Sehingga Warna batang kemaluan Arie menjadi kemerah-merahan Dan di Dalam, batang kemaluannya ADA denyutan-denyutan Yang Ulasan Sangat tidak teratur. Arie menahan nikmat tiada tara Yang Sambil berkata, "Terus Tante .. Terus Tante ", .. Dan Arie pun mendekap Kepala tantenya agar masuk Ke Dalam, batang kemaluannya Dan semprotan Yang maha Dahsyat keluar di Illustrasi mulut Tante Rani Yang merekah. Mendapatkan semburan lahar Panas ITU, Tante Rani kegirangan Dan Langsung menelannya Dan menjilat * Semua Yang ADA di Dalam, batang kemaluan Arie Yang membuat Arie meraung-Raung kenikmatan. Terlihat Artikel Baru jelas tantenya memang sudah berpengalaman karena Bila sperma sudah keluar Dan batang kemaluan ITU Tetap disedotnya Maka Akan semakin nikmat Dan semakin membuat Badan menggigil.

Melihat ITU Tante Rani semakin menjadi-jadi Artikel Baru Terus menyedot batang kemaluan Arie sampai keluar Bunyi slurp ..., slurp ..., akibat sedotannya. Penghasilan kena pajak PUAS menjilat Sisa-Sisa mani Yang menempel di batang kemaluan Arie, Lalu Tante Rani Dilaporkan mengulum batang kejantanan Arie Artikel Baru mulutnya Yang seksi. Melihat batang kemaluan Arie Yang Masih memberikan perlawanan, Tante Rani Bangkit Sambil berkata, "Gila kamu Rieee .. kamu Masih menantang tantemu inisial yaah .. Tante sudah keluar hampir Empat Kali kamu Masih menantangnya "Mendengar tantangan ITU, Arie hanya tersenyum Saja Dan terlihat Tante Rani mendekat Ke hadapan Arie Sambil mengarahkan liang kewanitaannya untuk melahap batang kemaluan Arie.. Sebelum memasukkan batang kemaluan Arie Ke liang kewanitaannya, Tante Rani terlebih PT KARYA CIPTA PUTRA memberikan ciuman Yang Ulasan Sangat Mesra Dan Arie pun membalasnya Artikel Baru Hangat. Saling pagut terjadi untuk kedua kalinya Yang, lidah mereka saling Bersatu Dan saling menyedot. Tante Rani semakin tergila-gila sehingga liang kewanitaannya Yang tadinya menempel di batang kemaluan Arie Atas sekarang tergeser Ke belangkang sehingga batang kemaluan Arie tergesek-gesek oleh liang kewanitaannya Yang telah basah ITU.

Mendapat perlakuan ITU Arie mengerang kenikmatan. "Aduuh Tante ..." Sambil melepaskan pagutan Yang telah berjalan cukup lama. "Clepp ..." Suara Yang keluar bahasa Dari beradunya doa Surga Dunia ITU, perlahan namun Pasti Tante Rani mendorongnya masuk Ke Lembah surganya. Dorongan ITU perlahan-Lahan membuat seluruh urat nadi Arie Bergetar. Mata Tante Rani dipejamkan Sambil Terus mendorong pantatnya Ke Bawah sehingga liang kewanitaan Tante Rani telah berhasil menelan batang kemaluan * Semua Arie. Tante Rani pun terlihat menahan nikmat tiada tara Yang. "Arieee ..." Rintihan Tante Rani semakin menjadi ketika liang senggamanya telah melahap batang kemaluan Arie * Semua. Tante Rani diam untuk beberapa saat sambil menikmati batang kemaluan Arie yang sudah terkubur di dalam liang kewanitaannya. “Riee, Tante sudah tidak kuat lagi… Sayang..” desah Tante Rani sambil menggerakan-gerakkan pantatnya ke samping kiri dan kanan. Mulut tantenya terus mengaduh, mengomel sambil terus pantatnya digeser ke kiri dan ke kanan. Mendapatkan permainan itu Arie mendesir, “Aduh Tante… terus Tante..” mendengar itu Tante Rani terus menggeser-geserkan pantatnya. Di dalam liang senggama tantenya ada tarik-menarik antara batang kemaluan Arie dan liang kewanitaan tantenya yang sangat kuat, mengikat batang kemaluan Arie dengan liang senggama Tante Rani. Kuatnya tarikan itu dimungkinkan karena ukuran batang kemaluan Arie jauh lebih besar bila dibandingkan dengan milik Om Budiman.

Goyangan pantatnya semakin liar dan Arie mendekap tubuh tantenya dengan mengikuti gerakannya yang sangat liar itu. Kucuran keringat telah berhamburan dan beradunya pantat Tante Rani dengan paha Arie menimbulkan bunyi yang sangat menggairahkan, “Prut.. prat.. pret..” Tangan Arie merangkul tantenya dengan erat. Pergerakan mereka semakin liar dan semakin membuat saling mengerang kenikmatan entah berapa kali Tante Rani mengucurkan cairan di dalam liang kewanitaannya yang terhalang oleh batang kemaluan Arie. Tante Rani mengerang kenikmatan yang tiada taranya dan puncak dari kenikmatan itu kami rasakan ketika Tante Rani berkata di dekat telingan Arie. “Arieee…” suara Tante Rani bergetar, “Kamu kalau mau keluar, kita keluarnya bareng-bareng yaaah”. “Iya Tante…” jawab Arie. Selang beberapa menit Arie merasakan akan keluar dan tantenya mengetahui, “Kamu mau keluar yaaa.” Arie merangkul Tante Rani dengan kuatnya tetapi kedua pantatnya masih terus menusuk-nusuk liang kewanitaan Tantenya, begitu juga dengan Tante Rani rangkulanya tidak membuat ia melupakan gigitannya terhadap batang kemaluan Arie. Sambil terus merapatkan rangkulan. Suara Arie keluar dengan keras, “Tanteee.. Tanteee..” dan begitu juga Tante Rani mengerang keras, “Rieee…”. Sambil keduanya berusaha mengencangkan rangkulannya dan merapatkan batang kemaluan dan liang kewanitaannya sehingga betul-betul rapat membuat hampir biji batang kemaluan Arie masuk ke dalam liang senggama Tante Rani.

Akhirnya Arie dan Tante Rani diam sesaat menikmati semburan lahar panas yang beradu di dalam liang sorga Tante Rani. Masih dalam posisi Tante Rani duduk di pangkuan Arie. Tante Rani tersenyum, “Kamu hebat Arie seperti kuda binal dan ternyata kepunyaan kamu lebih besar dari suaminya dan sangat menggairahkan.” “Kamu sebetulnya sudah tahu keinginan Tante dari dulu ya, tapi kamu berusaha mengelaknya yaa..” goda Tante Rani. Arie hanya tersenyum di goda begitu. Tante Rani lalu mencium kening Arie. Kurang lebih Lima menit batang kemaluan Arie yang sudah mengeluarkan lahar panas bersemayam di liang kewanitaan Tante Rani, lalu Tante Rani bangkit sambil melihat batang kemaluan Arie. Melihat batang kemaluan Arie yang mengecil, Tante Rani tersenyum gembira karena dalam pikirannya bila batang kemaluannya masih berdiri maka ia harus terus berusaha membuat batang kemaluan Arie tidak berdiri lagi. Untuk menyakinkannya itu, tangan Tante Rani meraba-raba batang kemaluan Arie dan menijit-mijitnya dan ternyata setelah dipijit-pijit batang kemaluan Arie tidak mau berdiri lagi.

“Aduh untung batang kemaluanmu Rieee… tidak hidup lagi,” bisik Tante Rani mesra sambil berdiri di hadapan Arie, “Soalnya kalau masih berdiri, Tante sudah tidak kuat Rieee” lanjutnya sambil tersenyum dan Duduk di sebelah Arie. Sesudah Tante Rani dan Arie berpanutan mereka pun naik ke atas dan masuk kamar-masing-masing. Pagi-pagi sekali Arie bangun dari tempat tidur karena mungkin sudah kebiasaannya bangun pagi, meskipun badannya ingin tidur tapi matanya terus saja melek. Akhirnya Arie jalan-jalan di taman untuk mengisi kegiatan agar badannya sedikit segar dan selanjutnya badannya dapat diajak untuk tidur kembali karena pada hari itu Arie tidak ada kuliah. Kebiasaan lari pagi yang sering dilakukan diwaktu pagi pada saat itu tidak dilakukannya karena badannya terasa masih lemas akibat pertarungan tadi malam dengan tantenya. Lalu Arie pun berjalan menuju kolam, tidak dibanyangkan sebelumnya ternyata Tante Rani ada di kolam sedang berenang. Tante Rani mengenakan celana renang warna merah dan BH warna merah pula. Melihat kedatangan Arie. Tante Rani mengajaknya berenang. Arie hanya tersenyum dan berkata, “Nggak ah Tante, Saya malas ke atasnya.” Mendapat jawaban itu, Tante Rani hanya tersenyum, soalnya Tante Rani mengetahui Arie tidak menggunakan celana renang. “Sudahlah pakai celana dalam aja,” pinta Tante Rani. Tantenya yang terus meminta Arie untuk berenang. Akhirnya iapun membuka baju dan celana pendeknya yang tinggal melekat hanya celana dalamnya yang berwarna biru.

Celana dalam warna biru menempel rapat menutupi batang kemaluan Arie yang kedinginan. Loncatan yang sangat indah diperlihatkan oleh Arie sambil mendekati Tante Rani, yang malah menjauh dan mengguyurkan air ke wajah Arie. Sehingga di dalam kolam renang itu Tante Rani menjadi kejaran Arie yang ingin membalasnya. Mereka saling mengejar dan saling mencipratkan air seperti anak kecil. Karena kecapaian, akhinya Tante Rani dapat juga tertangkap. Arie langsung memeluknya erat-erat, pelukan Arie membuat Tante Rani tidak dapat lagi menghindar. “Udah akh Arie.. Tante capek,” seru mesra Tante Rani sambil membalikkan badannya. Arie dan Tante Rani masih berada di dalam genangan kolam renang. “Kamu tidak kuliah Rieee,” tanya Tante Rani. “Tidak,” jawab Arie pendek sambil meraba bukit kemaluan Tante Rani. Terkena rabaan itu Tante Rani malah tersenyum sambil memberikan ciuman yang sangat cepat dan nakal lalu dengan cepatnya ia melepaskan ciuman itu dan pergi menjauhi Arie. Mendapatkan perlakuan itu Arie menjadi semakin menjadi bernafsu dan terus memburu tantenya. Dan pada akhirnya tantenya tertangkap juga. “Sudah ah… Tante sekarang mau ke kantor dulu,” kata Tante Rani sambil sedikit menjauh dari Arie.

Ketika jaraknya lebih dari satu meter Tante Rani tertawa geli melihat Arie yang celana dalamnya telah melorot di antara kedua kakinya dengan batang kemaluannya yang sudah bangkit dari tidurnya. “Kamu tidak sadar Arie, celana dalammu sudah ada di bawah lutut..” Mendengar itu Arie langsung mendekati Tante Rani sambil mendekapnya. Tante Rani hanya tersenyum. “Kasihan kamu, adikmu sudah bangun lagi, tapi Tante tidak bisa membantumu karena Tante harus sudah pergi,” kata Tante Rani sambil meraba batang kemaluan Arie yang sudah menegang kembali. Mendengar itu Arie hanya melongo kaget. “Akhh, Tante masa tidak punya waktu hanya beberapa menit saja,” kata Arie sambil tangannya berusaha membuka celana renang Tante Rani yang berwarna merah. Mendapat perlakuan itu Tante Rani hanya diam dan ia terus mencium Arie sambiil berkata, “Iyaaa deh.. tapi cepat, yaa.. jangan lama-lama, nanti ketahuan orang lain bisa gawat.”

Tante Rani membuka celana renangnya dan memegangnya sambil merangkul Arie. Batang kemaluan Arie langsung masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Rani yang sudah dibuka lebar-lebar dengan posisi kedua kakinya menempel di pundak Arie. Beberapa detik kemudian, setelah liang kewanitaan Tante Rani telah melahap semua batang kemaluan Arie dan dirasakannya batang kemaluan Arie sudah menegang. Tante Rani menciumnya dengan cepat dan langsung mendorong Arie sambil pergi dan terseyum manis meninggalkan Arie yang tampak kebingungan dengan batang kemaluannya yang sedang menegang. Mendapat perlakuan itu Arie menjadi tambah bernafsu kepada Tante Rani, dan ia berjanji kalau ada kesempatan lagi ia akan menghabisinya sampai ia merasa kelelahan. Lalu Arie langsung pergi meninggalkan kolam itu untuk membersihkan badannya. Setelah di kamar, Arie langsung membuka semua bajunya yang menjadi basah itu, ia langsung masuk kamar mandi dan menggosok badan dengan sabun. Ketika akan membersihkan badannya, air yang ada di kamar mandinya ternyata tidak berjalan seperti biasanya. Dan langsung Arie teringat akan keberadaan kamar Yuni. Arie lalu pergi keluar kamar dengan lilitan handuk yang menempel di tubuhnya. Wajahnya penuh dengan sabun mandi. “Yuni.. Yuni.. Yuni..” teriak Arie sambil mengetuk pintu kamar Yuni. “Masuk Kak Ariee, tidak dikunci.” balas Yuni dari dalam kamar.

Didapatinya ternyata Yuni masih melilitkan badan dengan selimut dengan tangannya yang sedang asyik memainkan kemaluannya. Permainan ini baru didapatkannya ketika ia melihat adegan tadi malam antara kakaknya dengan Arie dan kejadian itu membuat ia merasakan tentang sesuatu yang selama ini diidam-idamkan oleh setiap manusia. “Ada apa Kak Arie,” kata Yuni sambil terus berpura-pura menutup badannya dengan selimut karena takut ketahuan bahwa dirinya sedang asyik memainkan kemaluannya yang sudah membasah sejak tadi malam karena melihat kejadiaan yang dilakukan kakaknya dengan Arie. “Anu Yuni.. Kakak mau ikut mandi karena kamar mandi Arie airnya tidak keluar.” Memang Yuni melihat dengan jelas bahwa badan Arie dipenuhi oleh sabun tapi yang diperhatikan Yuni bukannya badan tapi Yuni memperhatikan diantara selangkangannya yang kelihatan mencuat. Iseng-iseng Yuni menanyakan tentang apa yang mengganjalnya dalam lilitan handuk itu. Mendengar pertanyaan itu niat Arie yang akan menerangkan tentang biologi ternyata langsung kesampaian dan Arie pun langsung memperlihatkannya sambil memengang batang kemaluannya, “Ini namanya penis.. Sayang,” kata Arie yang langsung menuju kamar mandi karena melihat Yuni menutup wajahnya dengan selimut.

Melihat batang kemaluan Arie yang sedang menegang itu Yuni membayangkan bila ia mengulumnya seperti yang dilakukan kakaknya. Keringat dingin keluar di sekujur tubuh Yuni yang membayangkan batang kemaluan Arie dan ia ingin sekali seperti yang dilakukan oleh kakaknya juga ia melakukannya. Mata Yuni terus memandang Arie yang sedang mandi sambil tangan terus bergerak mengusap-usap kemaluannya. Akhirnya karena Yuni sudah dipuncak kenikmatan, ia mengerang akibat dari permainan tangannya itu telah berhasil dirasakannya .Dengan beraninya Yuni pergi memasuki kamar mandi untuk ikut mandi bersama Arie. Melihat kedatangan Yuni ke kamar mandi, Arie hanya tersenyum. “Kamu juga mau mandi Yun,” kata Arie sambil mencubit pinggang Yuni. Yuni yang sudah dipuncak kenikmatan itu hanya tersenyum sambil melihat batang kemaluan Arie yang masih mengeras. “Kak boleh nggak Yuni mengelus-elus barang itu,” bisik Yuni sambil menunjuknya dengan jari manisnya. Mendengar permintaan itu Arie langsung tersenyum nakal, ternyata selama ini apa yang diidam-idamkannya akan mendapatkan hasilnya. Dalam pikiran Arie, Yuni sekarang mungkin telah mengetahui akan kenikmatan dunia. Tanpa diperintah lagi Arie langsung mendekatkan batang kemaluannya ke tangan Yuni dan menuntun cara mengelus-elusnya. Tangan Yuni yang baru pertama kali meraba kepunyaan laki-laki itu sedikit canggung, tapi ia berusaha meremasnya seperti meremas pisang dengan tenaga yang sangat kuat hingga membuat Arie kesakitan.

“Aduh.. jangan keras-keras dong Yuni, nanti batang kemaluannya patah.” Mendengar itu Yuni menjadi sedikit kaget lalu Ari membatunya untuk memainkan batang kemaluannya dengan lembut. Tangan Yuni dituntunnya untuk meraba batang kemaluan Arie dengan halus lalu batang kemaluan Arie didekatkan ke wajah Yuni agar mengulumnya. Yuni hanya menatapnya tanpa tahu harus berbuat apa. Lalu Arie memerintahkan untuk mengulumnya seperti mengulum ice crem, atau mengulumnya seperti mengulum permen karet. Diperintah tersebut Yuni langsung menurut, mula-mula ia mengulum kepala batang kemaluan Arie lalu Yuni memasukkan semua batang kemaluan Arie ke dalam mulutnya. Tapi belum juga berapa detik Yuni terbatuk-batuk karena kehabisan nafas dan mungkin juga karena nafsunya terlalu besar. Setelah sedikit tenang, Yuni mengulum lagi batang kemaluan Arie tanpa diperintah sambil pinggul Yuni bergoyang menyentuh kaki Arie. Melihat kejadian itu Arie akhirnya menghentikan kuluman Yuni dan langsung mengangkat Yuni dan membawanya ke ranjang yang ada di samping kamar mandi. Sesampainya di pinggir ranjang, dengan hangat Yuni dipeluk oleh Arie dan Yuni pun membalas pelukan Arie. Bibir Yuni yang polos tanpa liptik dicium Arie dengan penuh kehangatan dan kelembutan. Dicium dengan penuh kehangatan itu Yuni untuk beberapa saat terdiam seperti patung tapi akhirnya naluri seksnya keluar juga, ia mengikuti apa yang dicium oleh Arie. Bila Arie menjulurkan lidahnya maka Yuni pun sama menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Arie. Dengan permainan itu Yuni sangat menikmatinya apalagi Arie yang bisa dikatakan telah dilatih oleh kakaknya yang telah berpengalaman.

Kecupan Yuni kadang kala keluar suara yang keras karena kehabisan nafas. “Pek.. pek..” suara bibir Yuni mengeluarkan suara yang membuat Arie semakin terangsang. Mendengar suara itu Arie tersenyum sambil terus memagutnya. Tangan Arie dengan terampil telah membuka daster putih yang dipakai Yuni. Dengan gerakan yang sangat halus, Arie menuntun Yuni agar duduk di pinggir ranjang dan Yuni pun mengetahui keinginan Arie itu. Bibir Yuni yang telah berubah warna menjadi merah terus dipagut Arie dengan posisi Yuni tertindih oleh Arie. Tangan Yuni terus merangkul Arie sambil bukit kemaluannya menggesek-gesekkan sekenanya. Lalu Arie membalikkan tubuh Yuni sehingga kini Yuni berada di atas tubuh Arie, dengan perlahan tangan Arie membuka BH putih yang masih melekat di tubuh Yuni. Setelah berhasil membuka BH yang dikenakan Yuni, Arie pun membuka CD putih yang membungkus bukit kemaluan Yuni dilanjutkan menggesek-gesekkan sekenanya. Erangan panjang keluar dari mulut Yuni. “Auuu…” sambil mendekap Arie keras-keras. Melihat itu Arie semakin bersemangat. Setelah Arie berhasil membuka semua pakaian yang dikenakan Yuni, terlihat Yuni sedikit tenang iapun kembali membalikkan Yuni sehingga ia sekarang berada di atas tubuh Yuni.

Arie menghentikan pagutan bibirnya ia melanjutkan pagutannya ke bukit kemaluan Yuni yang telah terbuka dengan bebas. Dipandanginya bukit kemaluan Yuni yang kecil tapi penuh tantangan yang baru ditumbuhi oleh bulu-bulu hitam yang kecil-kecil. Kaki Yuni direnggangkan oleh Arie. Pagutan Arie beganti pada bibir kecil kepunyaan Yuni. Pantat Yuni terangkat dengan sendirinya ketika bibir Arie mengulum bukit kemaluan kecilnya yang telah basah oleh cairan. Harum bukit kemaluan perawan membuat batang kemaluan Arie semakin ingin langsung masuk ke sarangnya tapi Arie kasihan melihat Yuni karena kemaluannya belum juga merekah. Jilatan bibir Arie yang mengenai klitoris Yuni membuat Yuni menjepit wajah Arie. Semburan panas keluar dari bibir bukit kemaluan Yuni. Yuni hanya menggeliat dan menahan rasa nikmat yang baru pertama kali didapatkanya. Lalu Arie merasa yakin bahwa ini sudah waktunya, ditambah lagi batang kemaluannya yang sudah telalu lama menengang. Arie menarik tubuh Yuni agar pantatnya pas tepat di pinggir ranjang. Kaki Yuni menyentuh lantai dan Arie berdiri diantara kedua paha Yuni. Melihat kondisi tubuh Yuni yang sudah tidak menggunakan apa-apa lagi ditambah dengan pemandangan bukit kemaluan Yuni yang sempit tapi basah oleh cairan yang keluar dari bibir kecilnya membuat Arie menahan nafas. Arie berdiri, dan batang kemaluannya yang besar itu diarahkan ke bukit kemaluan Yuni. Melihat itu Yuni sedikit kaget dan merasa takut Yuni menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Melihat gejala itu Arie hanya tersenyum dan ia sedikit lebih melebarkan paha Yuni sehingga klitorisnya terlihat dengan jelas. Ia menggesek-gesekkan batang kemaluannya di bibir kemaluan Yuni. Sambil menggesek-gesek batang kemaluan, Arie kembali mendekap Yuni sambil membuka tangannya yang menutupi wajahnya. Melihat Arie yang membuka tangannya, Yuni langsung merangkulnya dan mencium bibir Arie. Pagutan pun kembali terjadi, bibir Yuni dengan lahapnya terus memagut bibir Arie. Suara erangan kembali keluar lagi dari mulut Yuni. “Aduhh… Kaak…” erang Yuni sambil merangkul tubuh Arie dengan keras. Arie meraba-raba bukit kemaluan Yuni dengan batang kemaluannya setelah yakin akan lubang kemaluan Yuni, Arie mendorongnya perlahan dan ketika kepala kejantanan Arie masuk ke liang senggama Yuni. Yuni mengerang kesakitan, “Kak.. aduh sakit, Kak…”

Mendengar rintihan itu, Arie membiarkan kepala kemaluannya ada di dalam liang senggama Yuni dan Arie terus memberikan pagutannya. Kuluman bibir Yuni dan Arie pun berjalan lagi. Dada Arie yang besar terus digesek-gesekkan ke payudara Yuni yang sudah mengeras. Yuni yang menahan rasa sakit yang telah bercampur dengan rasa nikmat akhirnya mengangkat kakinya tinggi-tinggi untuk menghilangkan rasa sakit di liang senggamanya dan itu ternyata membantunya dan sekarang menjadi tambah nikmat. Kepala kemaluan Arie yang besar baru masuk ke liang kewanitaan Yuni, tapi jepitan liang kemaluan Yuni begitu keras dirasakan oleh batang kemaluan Arie. Sambil mencium telinga kiri Yuni, Arie kembali berusaha memasukkan batang kemaluannya ke liang senggama Yuni. “Aduh.. aduh .. aduh .. Kak,” Mendengar rintihan itu Arie berkata kepada Yuni. “Kamu sakit Yuni,” bisik Arie di telinga Yuni. “Nggak tahu Kaak ini bukan seperti sakit biasa, sakit tapi nikmat..” Mendengar penjelasan itu, Arie terus memasukkan batang kemaluannya sehingga sekarang kepala kemaluannya sudah masuk semua ke dalam liang senggama Yuni. Batang kemaluan Arie sudah masuk ke liang senggama Yuni hampir setengahnya. Batang kemaluannya sudah ditelan oleh liang kemaluan Yuni, kaki Yuni semakin diangkat dan tertumpang di punggung Arie. Tiba-tiba tubuh Yuni bergetar sambil merangkul Arie dengan kuat. “Aduhhh…” dan cairan hangat keluar dari bibir kemaluan Yuni, Arie dapat merasakan hal itu melalui kepala kemaluannya yang tertancap di bukit kemaluan Yuni. Lipatan paha Yuni telah terguyur oleh keringat yang keluar dari tubuh mereka berdua.

Mendapat guyuran air di dalam bukit kemaluan itu, Arie lalu memasukkan semua batang kemaluannya ke dalam lubang senggama Yuni. Dengan satu kali hentakan. “Preeet…” Yuni melotot menahan kesakitan yang bercampur dengan kenikmatan yang tidak mungkin didapatkan selain dengan Arie. “Auh.. auh.. auh..” suara itu keluar dari mulut kecil Yuni setelah seluruh batang kejantanan Arie berada di dalam lembah kenikmatan Yuni. “Kak, Badan Yuni sesak, sulit bernafas,” kata Yuni sambil menahan rasa nikmat yang tiada taranya. Mendengar itu lalu Arie membalikkan tubuh Yuni agar ia berada di atas Ari. Mendapatkan posisi itu Yuni seperti pasrah dan tidak melakukan gerakan apapun selain mendekap tubuh Arie sambil meraung-raung kenikmatan yang tiada taranya yang baru kali ini dirasakannya. Yuni dan Arie terdiam kurang lebih lima menit. “Yuni, sekarang bagaimana badanmu,” kata Arie yang melihat Yuni sekarang sudah mulai menggoyang-goyangkan pantatnya dengan pelan-pelan. “Udah agak enakan Kak,” balas Yuni sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan. Mendapatkan serangan itu Arie langsung mengikuti gerakan goyangan itu dan goyangan Arie dari atas ke bawah. Lipantan-lipatan kehangatan tercipta di antara selangkangan Yuni dan Arie. Sambil menggoyangkan pantatnya, mulut Yuni tetap mengaduh, “Aduhhh…” Merasakan nikmat yang telah menyebar ke seluruh badannya. Tanpa disadari sebelumnya oleh Arie. Yuni dengan ganasnya menggoyang-gonyangkan pantatnya ke samping dan ke kiri membuat Arie kewalahan ditambah lagi kuatnya jepitan bukit kemaluan Yuni yang semakin menjepit seperti tang yang sedang mencepit paku agar paku itu putus. Beberapa menit kemudian Arie memeluk badan Yuni dengan eratnya dan batang kemaluannya berusaha ditekan ke atas membuat pantat Yuni terangkat. Semburan panas pun masuk ke bukit kemaluan Yuni yang kecil itu. Mendapat semburan panas yang sangat kencang, Yuni mendesis kenikmatan sambil mengeram, “Aduhh… aduh.. Kak..”

Selang beberapa menit Arie diam sambil memeluk Yuni yang masih dengan aktif menggerak-gerakkan pantatnya ke kiri dan ke kanan dengan tempo yang sangat lambat. Setelah badannya merasa sudah agak baik, Arie membalikkan tubuh Yuni sehingga sekarang tubuh Yuni berada di bawah Arie. Batang kemaluan Arie masih menancap keras di lembah kemaluan Yuni meskipun sudah mengeluarkan sperma yang banyak. Lalu kaki Yuni diangkat oleh Arie dan disilangkan di pinggul. Arie mengeluarkan batang kemaluannya yang ada di dalam liang senggama Yuni. Mendapat hal itu mata Yuni tertutup sambil membolak-balikkan kepala ke kiri dan ke kanan lalu dengan perlahan memasukkan lagi batang kemaluannya ke dalam liang senggama Yuni, turun naik batang kemaluan Arie di dalam liang perawan Yuni membuat Yuni beberapa kali mengerang dan menahan rasa sakit yang bercampur dengan nikmatnya dunia. Tarikan bukit kemaluan Yuni yang tadinya kencang pelan- pelan berkurang seiring dengan berkurangnya tenaga yang terkuras habis dan selanjutnya Arie mengerang-erang sambil memeluk tubuh Yuni dan Yuni pun sama mengeluarkan erangan yang begitu panjang, keduanya sedang mendapatkan kenikmatan yang tiada taranya. Arie mendekap Yuni sambil menikmati semburan lahar panas dan keluarnya sperma dalam batang kemaluan Arie dan Yuni pun sama menikmati lahar panas yang ada dilembah kenikmatannya. Kurang lebih lima menit, Arie memeluk Yuni tanpa adanya gerakan begitu juga Yuni hanya memeluk Arie. Dirasakan oleh Arie bahwa batang kemaluannya mengecil di dalam liang kemaluan Yuni dan setelah merasa batang kemaluannya betul-betul mengecil Arie menjatuhkan tubuhnya di samping Yuni. Arie mencium kening Yuni. Yuni membalasnya dengan rintihan penyesalan, seharusnya Arie bertanggung jawab atas hilangnya perawan yang dimiliki Yuni.

Mendengar itu Arie hanya tersenyum karena memang selama ini Arie mendambakan istri seperti Yuni ditambah lagi ia mengetahui bila hidup dengan Yuni maka ia akan mendapatkan segalanya. Arie mengucapkan selamat bobo kepada Yuni yang langsung tertidur kecapaian dan Arie langsung keluar dari kamar Yuni setelah Arie menggunakan pakaiannya kembali. Arie masuk ke dapur, didapatnya tantenya sedang dalam keadaan menungging mengambil sesuatu. Terlihat dengan jelas celana merah muda yang dipakai tantenya. Tante Rani dibuat kaget karena Arie langsung meraba liang kewanitaannya yang terbungkus CD merah muda sambil menegurnya. “Tante sudah pulang,” tanya Arie. Sambil melepaskan rabaan tangannya di liang kewanitaan tantenya. Lalu Arie membuka kulkas untuk mencari air putih. “Iya, Tante hanya sebentar kok. Soalnya Tante kasihan dengan burung kamu yang tadi Tante tinggalkan dalam keadaan menantang,” jawab Tante Rani sambil tersenyum. “Bagaimana sekarang Arie burungnya, sudah mendapatkan sarang yang baru ya..” Mendapat ejekan itu, Arie langsung kaget. “Ah Tante, mau cari sangkar di mana,” jawab Arie mengelak. “Arie kamu jangan mengelak, Tante tau kok.. kamu sudah mendapatkan sarang yang baru jadi kamu harus bertanggung jawab. Kalau tidak kamu akan Tante laporkan sama Oom dan kedua orang tuanmu bahwa kamu telah bermain gila bersama Yuni dan Tante.”

Mendengar itu, Arie langsung diam dan ia akan menikahi Yuni seperti yang dijanjikanya. Mendengar hal itu Tante Rani tersenyum dan memberikan kecupan yang mesra kepada Arie sambil meraba batang kemaluan Arie yang sudah tidak kuat untuk berdiri. Melihat batang kemaluan Arie yang sudah tidak kuat berdiri itu Tante Rani tersenyum. “Pasti adikku dibuatnya KO sama kamu yaa… Buktinya burung kamu tidak mau berdiri,” goda Tante Rani. “Ahh nggak Tante, biasa saja kok.” Tante Rani meninggalkan Arie, sambil mewanti-wanti agar menikahi adiknya. Akhirnya pernikahan Yuni dengan Arie dilakukan dengan pernikahan dibawah tangan atau pernikahan secara agama tetapi dengan tanpa melalui KUA karena Yuni masih dibawah umur.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Cerita Seks Tante Rina Baru Dan Adeknya Yang Seksi Part 2
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Fitur baru Readmore pada blogspot!
» modifikasi knalpot std or knalpot racing VS aturan lalin yang baru
» Alutista angkatan perang Indonesia ternyata yang terkuat di Asia...
» bener gak bro pj mj ada yang kw ?
» Cerita Plester (plesetan Misteri) "Ninja Menangis di Tengah Malam"

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Galeri Foto Hot & Sexy :: Cerita :: Cerita Dewasa-
Navigasi: